

Cetak Biru Kemandirian Pangan Papua
Inisiatif strategis di Distrik Mimika Utara yang mengintegrasikan pertanian modern, peternakan, dan energi terbarukan dengan penghormatan penuh terhadap hak adat Papua.
Menjaga batas leluhur Papua sembari membangun kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi masa depan.
Lahir dari kesadaran kolektif masyarakat adat Kampung Dakabado, inisiatif ini dirancang untuk melindungi hak ulayat sekaligus menghadirkan modernisasi agro-ekologi yang berkelanjutan.


Pengembangan Bertahap 3.000 Hektar
Kami menerapkan pendekatan yang sangat hati-hati dalam memetakan wilayah. Langkah awal dimulai dari skala percontohan mandiri sebelum meluas secara bertahap ke potensi kawasan terpadu seluas 1.000 hingga 3.000 hektar.
Pendekatan ini merangkul beberapa kampung tetangga di Distrik Mimika Utara guna memastikan keadilan distributif, mencegah konflik batas tanah, dan memperkuat gotong royong antar-komunitas ulayat.
Dikelola Bersama Secara Profesional
Sinergi multi-pihak yang menjamin transparansi administratif, akuntabilitas ilmiah, serta legitimasi adat penuh di setiap tahapan perencanaan dan pembangunan fisik kawasan pertanian.
Masyarakat & Koperasi Adat
Akademisi & Teknis
Mitra Pembangunan
Masyarakat adat pemilik hak ulayat yang mengawal keselarasan seluruh program dengan hukum adat setempat, serta mengelola hasil ekonomi melalui kelembagaan Koperasi Adat.
Didukung secara teknis oleh peneliti, akademisi, dan praktisi pertanian terpadu untuk memastikan kelayakan ekologis jangka panjang serta efisiensi teknologi closed-loop.
Berperan sebagai penghubung strategis dengan lembaga pemerintah daerah, BRIN, Bappeda, dinas teknis, investor sosial, gereja, serta jaringan diaspora Papua.
Mari berkolaborasi membangun masa depan kemandirian Papua.
